Beberapa pengaduan yang diterima redaksi menyebutkan adanya indikasi praktik “orang dekat yang dapat”, mulai dari kerabat perangkat desa hingga pihak yang dinilai memiliki akses kekuasaan di lingkungan setempat. Kondisi ini memicu kecemburuan sosial dan ketidakpercayaan publik terhadap sistem pendataan bansos.
Seorang warga Cianjur Selatan yang enggan disebutkan namanya mengaku telah berulang kali melapor ke tingkat desa, namun tidak mendapatkan kejelasan.
“Yang dapat bantuan itu rumahnya bagus, kendaraannya lebih dari satu. Kami yang benar-benar susah malah tidak terdata,” ujarnya.
Pengamat: Jika Carut-Marut, Pasti Ada yang Tidak Beres
Pengamat hukum dan kebijakan publik, Kusnandar Ali, S.H., menilai carut-marutnya penyaluran bansos di Cianjur mengindikasikan adanya masalah serius dalam sistem pendataan dan pengawasan.
“Kalau bansos terus bermasalah, tidak tepat sasaran, dan pengaduan masyarakat diabaikan, maka besar kemungkinan ada yang tidak beres. Entah itu permainan data, kepentingan oknum, atau lemahnya pengawasan,” tegas Kusnandar.
Ia mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan telah menegaskan komitmennya untuk membersihkan praktik-praktik menyimpang, khususnya yang menyangkut hak rakyat kecil.
“Jangan anggap sepele. Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin akan menjadi perhatian langsung Presiden. Prabowo dikenal tegas, dan jika sudah masuk kategori merugikan rakyat, bisa-bisa akan dibersihkan sampai ke akar,” tambahnya.
Desakan Evaluasi dan Audit Menyeluruh
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait agar segera melakukan:
-
Evaluasi total data penerima bansos
-
Audit terbuka penyaluran bantuan
-
Membuka kanal pengaduan yang responsif
-
Menindak tegas oknum yang terbukti bermain
Transparansi dinilai menjadi kunci agar program bansos benar-benar dirasakan oleh masyarakat miskin, bukan justru menjadi ladang kepentingan segelintir pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait di lingkungan Pemkab Cianjur belum memberikan keterangan resmi atas banyaknya pengaduan tersebut.
Tim Liputan Khusus



Tidak ada komentar