Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil Panglima TNI beserta tiga Kepala Staf Angkatan untuk menggelar rapat strategis membahas arah pertahanan dan keamanan nasional (Hankam). Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan dan menjadi bagian dari konsolidasi pertahanan negara di awal masa kepemimpinannya.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kesiapan TNI dalam menghadapi dinamika ancaman global dan regional yang semakin kompleks. Pembahasan difokuskan pada penguatan strategi pertahanan, soliditas komando, serta sinergi antar matra TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
Sebagai Panglima Tertinggi TNI, Prabowo memberikan arahan langsung terkait kebijakan pertahanan jangka pendek dan jangka panjang. Ia menyoroti perlunya kesiapan personel, modernisasi alutsista, serta peningkatan kemampuan adaptasi terhadap ancaman non-konvensional seperti siber, terorisme, dan konflik hibrida.
Pertemuan tersebut juga membahas pentingnya menjaga stabilitas keamanan nasional sebagai fondasi utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Presiden menilai bahwa pertahanan yang kuat merupakan prasyarat mutlak bagi kedaulatan negara dan kepercayaan internasional terhadap Indonesia.
Langkah Prabowo memanggil langsung pucuk pimpinan TNI dinilai sebagai sinyal kuat bahwa sektor pertahanan menjadi prioritas utama pemerintahan. Konsolidasi ini sekaligus memastikan bahwa arah kebijakan militer sejalan dengan visi strategis nasional dan tantangan geopolitik ke depan.
Rapat strategis tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi internal TNI serta meningkatkan kesiapsiagaan negara dalam menjaga keutuhan wilayah dan keamanan rakyat Indonesia.
Tim Liputan Khusus



Tidak ada komentar