x

DPC KAI Cianjur Santuni 50 Anak Yatim, Muharam Junaedi: Senyum Mereka adalah Kebahagiaan Tak Ternilai

waktu baca 3 menit
Sabtu, 30 Mei 2026 05:33 150 Merah Putih

MERAH PUTIH // Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Cianjur kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan memberikan santunan kepada 50 anak yatim. Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Kantor DPC KAI Cianjur, Jalan Siliwangi, Kabupaten Cianjur, Sabtu (30/05/2026).

Acara yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan itu dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota DPC KAI Cianjur, serta puluhan anak yatim yang tampak bahagia menerima perhatian dan kasih sayang dari para advokat.

Ketua DPC KAI Cianjur, D. Muharam Junaedi, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan bentuk nyata kepedulian sosial organisasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Anak-anak yatim bukan hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral agar mereka tetap memiliki semangat untuk meraih cita-cita. Kehadiran mereka hari ini mengingatkan kita bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” ujar Muharam Junaedi kepada cianjurraya.com.

Menurutnya, profesi advokat tidak hanya berkewajiban memperjuangkan keadilan di ruang sidang, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan menanamkan harapan kepada anak-anak yatim. Semoga santunan ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, beribadah, dan mengejar masa depan yang lebih baik. Senyum mereka hari ini adalah kebahagiaan yang tidak ternilai bagi kami,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus menjadi agenda rutin DPC KAI Cianjur sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Suasana haru pun terasa saat beberapa anak yatim menyampaikan rasa syukur mereka. Salah seorang anak yatim bernama Rizky (12) mengaku bahagia bisa mendapatkan perhatian dari DPC KAI Cianjur.

“Saya senang sekali bisa berada di sini. Terima kasih kepada bapak dan ibu dari KAI Cianjur yang sudah peduli kepada kami. Semoga semua yang membantu diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, dan dimudahkan segala urusannya oleh Allah SWT. Saya ingin belajar yang rajin agar suatu hari nanti bisa menjadi orang yang berguna dan membantu orang lain,” ucapnya.

Sementara itu, Aisyah (10) tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menerima santunan.

“Kadang saya rindu ayah yang sudah tidak ada. Hari ini saya merasa masih banyak orang baik yang sayang kepada kami. Terima kasih sudah membuat kami bahagia. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak dan ibu yang sudah membantu kami,” tuturnya lirih.

Ucapan tulus dari anak-anak yatim tersebut membuat suasana menjadi haru. Sejumlah peserta tampak terdiam mendengarkan doa-doa yang keluar dari hati anak-anak yang telah kehilangan sosok orang tua mereka.

Kegiatan santunan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh pihak yang terlibat diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.

“Menyantuni anak yatim bukan sekadar memberi bantuan, tetapi menghadirkan cinta di hati yang pernah kehilangan, menyalakan harapan di tengah keterbatasan, dan menorehkan senyum yang kelak akan menjadi doa terbaik bagi mereka yang peduli.”

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x