Usulan tersebut dinilai sebagai langkah antisipatif untuk mencegah berbagai persoalan teknis di lapangan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, mulai dari nasi basi, menu tidak sesuai selera anak, hingga potensi kebocoran anggaran.
Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, ada tiga alasan utama di balik usulan penguangkan dana MBG:
-
Menghindari Makanan Terbuang
Distribusi makanan siap saji dinilai rawan basi, tidak habis dimakan, bahkan terbuang percuma. -
Orang Tua Lebih Paham Kebutuhan Anak
Dengan dana tunai, orang tua dapat menyesuaikan makanan sesuai selera, kondisi kesehatan, dan kebiasaan anak, sehingga tujuan gizi tetap tercapai. -
Meminimalkan Potensi Korupsi
Skema uang langsung ke siswa atau wali dinilai lebih transparan, mengurangi rantai pengadaan, vendor, dan potensi permainan anggaran.
“Kalau bentuknya uang, pengawasan lebih sederhana, tidak ada proyek pengadaan makanan, dan orang tua bisa mengatur sendiri,” ujar sumber tersebut.
Dana Bisa Ditabung Jika Tidak Terpakai
Menariknya, dalam skema ini disebutkan bahwa jika dana MBG tidak habis digunakan, maka sisa uang bisa ditabung oleh siswa atau orang tua, sehingga memberi nilai tambah berupa edukasi keuangan sejak dini.
Rincian Anggaran MBG
Dalam usulan tersebut, anggaran MBG tetap mengacu pada nilai yang telah disusun pemerintah, yakni:
-
Rp15.000 per siswa per hari
-
Rp15.000 x 5 hari = Rp75.000 per minggu
-
Rp75.000 x 4 minggu = Rp300.000 per bulan per siswa
Skema ini dinilai lebih fleksibel, efisien, dan tepat sasaran dibandingkan distribusi makanan terpusat.
Masih Tahap Usulan
Meski demikian, wacana ini masih bersifat usulan dan menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah disebut masih mengkaji aspek regulasi, mekanisme pengawasan, serta dampaknya terhadap tujuan peningkatan gizi anak sekolah.
Jika disetujui, kebijakan ini berpotensi menjadi terobosan baru dalam program sosial pendidikan, sekaligus menjawab kritik publik terkait pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
Tim Liputan Khusus
Hashtag
#mbg #sekolah #ibu #indonesia #beritaviral #fyp #news #jangkauan



Tidak ada komentar