x

Penutupan KKN di Desa Sukaratu Berlangsung Meriah, Ditutup dengan Pagelaran Wayang Golek

waktu baca 2 menit
Sabtu, 22 Agu 2026 22:56 3 Merah Putih

SUKARATU, Cianjur — Rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, resmi ditutup pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan penutupan berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga.

Penutupan tersebut menjadi momentum untuk mengakhiri rangkaian pengabdian mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Berbagai program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Sukaratu.

Ketua KKN, Farizky, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sukaratu dan seluruh masyarakat yang telah menerima serta mendukung mahasiswa selama menjalankan program KKN.

Menurutnya, keberhasilan berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak terlepas dari dukungan dan keterlibatan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sukaratu dan seluruh masyarakat yang telah memberikan ruang, dukungan, serta pengalaman berharga selama kami melaksanakan KKN. Semoga apa yang telah kami lakukan dapat memberikan manfaat dan terus dilanjutkan oleh masyarakat,” ujar Farizky.

Suasana penutupan semakin semarak dengan digelarnya pagelaran wayang golek sebagai acara penutup. Kesenian tradisional Sunda tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus bentuk apresiasi terhadap budaya lokal yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Pagelaran wayang golek tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan. Warga dari berbagai kalangan berkumpul menikmati pertunjukan hingga suasana malam semakin meriah.

Pengamat, A. Sunanjar, menilai kegiatan penutupan KKN yang dikemas dengan pertunjukan budaya merupakan langkah positif. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di desa seharusnya tidak hanya memberikan kontribusi melalui program akademik, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat dan ikut menjaga nilai-nilai budaya lokal.

“KKN bukan sekadar datang ke desa kemudian melaksanakan program dan selesai. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa bisa membangun komunikasi, berkolaborasi dengan masyarakat, serta meninggalkan sesuatu yang bermanfaat. Penutupan dengan wayang golek juga menjadi cara yang baik untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga budaya Sunda,” kata A. Sunanjar.

 

Ia berharap pengalaman mahasiswa selama berada di Desa Sukaratu dapat menjadi bekal penting ketika kembali ke lingkungan kampus maupun masyarakat yang lebih luas.

“Hubungan antara mahasiswa dan masyarakat jangan berhenti ketika KKN selesai. Silaturahmi dan komunikasi tetap perlu dijaga, karena pengabdian sejatinya tidak mengenal batas waktu,” tambahnya.

Penutupan KKN di Desa Sukaratu pun berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pagelaran wayang golek menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa, sekaligus meninggalkan pesan bahwa kolaborasi antara generasi muda, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun desa.

Dengan berakhirnya KKN, diharapkan berbagai program yang telah dijalankan dapat terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari proses pembangunan serta pemberdayaan masyarakat Desa Sukaratu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x